English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, January 16, 2013

Kita adalah Hujan...

Ah, sudah lama sekali,
Aku menyulam khayalan pada tirai hujan...

Kan kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap hembus nafas,
Yang kupelihara di sudut hati dengan rasa syahdu dari musim ke musim...

Ya, memang sudah lama...
Lalu mengapa?


Aku memindai sosokmu pada derai gerimis,
Hanya ingin memastikan setiap serpih mimpi kita 'tuk bersama di surga-Nya,..
Kuharap, semuanya tak segera berlalu dan sirna bersama desir angin di beranda..

Itu harapanku...

Kita adalah hujan..
Turun bersama sepi,
Panjang merintik dengan ukhuwah,

Kita adalah hujan..
Anak awan yang tak berlisan,
Megah dengan kabut,
Merona dengan dingin...

Kita adalah hujan..
Indah di hantar pelangi saat kembali di ujung waktu...

Hei ?! Ya, dikau, para pejuang...

"Percayalah, aku ada di nadimu seperti kalian yang ada di darahku,"

Ya aku tahu,

Bisikmu pelan ketika bayangmu,
Perlahan memudar dibalik rinai hujan..

Wednesday, December 05, 2012

Kasih, Lihatlah Aku Disini...

Tanpamu,
Aku tetap bersinar,
Dalam pendar yang kian berbinar,
Takkan mudah goyah oleh hati yang mendengar,
Dalam harapan yang selalu berbinar,

Kasih, lihatlah aku tanpamu...
Meski hati sempat tak berdaya dalam pilu yang membiru,
Namun kubebas menanti sang pendamba cinta,
Hingga ke dasar lubuk hati yang tak bertemu,
Langkahku bukan sebatas angan di depan mata,
Kan kubuktikan maknanya bangkit, aku bukan pecundang cintamu,

Kasih, lihatlah aku tanpa lembut candamu...
Walau sempat tertatih menanti alur tak bertepi,
Aku lebih besar tanpa hadirmu,
Mencoba memupuk bunga pada hati yang memelodi tanpa arti,

Bukan. Bukan bersamamu.

Kembali lihatlah aku...
Aku sempat terhempas,
Ketika engkau datang sekejap membawa cahaya terang lalu menghilang,
Aku bukan binatang jalang seperti Chairil Anwar,
Akulah kumbang penerang,
Tetap gigih berjuang untuk kembali terbang, tinggalkan serpihan yang kau ciptakan,

Tak perlu sedu sedan itu,
Buang itu, jauh, jauh, sejauh mungkin kau bisa..
Aku tak ingin melihat sesal tak bergunamu,
Namun balasmu tak seindah cintaku,
Hingga mengundang gerhana dalam tangismu,

Aku tak perduli. Tak perduli.

Teruntukmu, dari yang dulu pejuang hatimu,
Kuharap kau tahu, kubuat ini untukmu,
Bukan karena sesalku, apalagi galauku,

Biarkan Ku disini sejenak mendiam,
Namun bila Ku beranjak,
Kuyakin, luka itu telah kututup rapat,
Melangkah kedepan penuh harapan,
Tak menemukanmu ataupun sepertimu.

Bukan. Lagi-lagi bukan dirimu.

Aku tanpamu...
Adalah malam tanpa cahaya rembulan,
Namun senyumku tetap bersinar meski hanya berpendar lentera taman..

Seperti itulah, Aku sekarang...

Tuesday, December 04, 2012

Ketika Waktu...

Ketika waktu tak ingin berdamai dengan hatiku,
Tak sanggup ku mencegah isyarat hati yang merindukan berlayar kembali untuk mencari dermaga lain untuk disinggahi.

Tapi, ketahuilah, hati ini telah terkunci mati oleh keanggunan caramu mencintai..
Dan aku tak yakin ada pemilik hati lain yang sanggup membukanya..

Engkau tahu mengapa?
Karena kunci untuk membukanya telah aku lemparkan jauh di kedalaman samudra!
Semoga saja tak ada yang menemukannya dan mencoba membuka hati ini..

Friday, November 30, 2012

Bintang Malam

Kembali. Memandang langit malam, ditemani semilir lirik-lirik sunyi kicauan angin malam.

Lihatlah.

Hanya ada satu bintang disana,
yang tetap bersinar indah dikala bintang-bintang lain tertutup pekat kabut malam.

Ah, bolehkah kupetik bintang itu dan kuantarkan ke depan rumahmu?
Bolehkah?
Pun jika engkau izinkan aku tuk mengantarkan bintang gemerlap hati itu.

Yaa, aku mengerti.

Itu tak perlu kulakukan.

Kau tahu mengapa?

Karena engkaulah bintang itu.
You are the star here, in my link,
and I hope, You let me to keep you bright.

Can I?

Wednesday, November 28, 2012

Bintang Harapan

Lihatlah, ada satu bintang paling terang disana.
Ya. Di langit malam ini.

Ditemani indahnya purnama bulan.
Indah. Indah sekali.

Kuharap. Engkaulah bintang harapan dari semua mahluk-Mu yang mengamatinya malam ini.
Pelebur semua duka di hati.

Engkaukah itu?
Dan untukmu bulan, Aku ingin sekali memiliki dan menyimpanmu di sajak kalbuku.
Sebagai pelengkap bagi pengindah masa depanku.

Maha Suci Dzat yang menciptakanmu..

Monday, November 05, 2012

Manusia dan Impian...

Ah, Aku jadi teringat pada masa itu...
Senyuman itu sungguh melemahkanku,
membuatku takluk dalam melodi tanpa irama,
Rindu ini terasa membuncah tak tertahankan,

Sakit,
Perih,

Ah biarlah...

Kulihat, kaki-kaki kecil itu begitu ceria berlari kian kemari,
di bawah naungan langit yang menangis ,
Berharap pada impian yang kian terkikis
Takkan terhenti oleh gerimis
Karena kuyakin, impian itu berbuah manis

Aku rindu aku.
Aku kangen pada masa itu, sungguh, aku merindukan diriku
Hati ini lapang dan gelisah pada impian yang tak berujung,

Entahlah, aku tertegun dalam upaya memulai dan mengakhiri
Tak kutemukan dua titik itu

Impian, bolehkah kutitipkan doa untuk Tuhan?
Aku berharap engkau segera menghampiriku,

Kutunggu.

Saturday, October 20, 2012

Jejak Hati

Apa kau ingat jejak-jejak hati di pekat kabut malam?
Di bias cakrawala malam, ia menapaki setapak mimpi seorang diri..
Dalam hening, mengapa lagi-lagi jiwa-jiwa itu yang datang mengisi?
Tak cukupkah ikhtiarku dalam diam meyakinkan hati yang menanti melodi penuh arti?

Sunyi, Sunyi sekali...

Lagi, Apa kau ingat jejak-jejak hati di pekat kabut malam?
Bulan datang menyelinap di balik hening,
Samar-samar menyaru menyelinap di balik dinding,

Kelu,
Rindu,

Entahlah...

Sebab dalam janji-Nya yang kutahu, ia yang baik sedang menantiku berproses dalam menemukan diri. Karena, ia yang baik hanya untuk pribadi baik pula. Pun sebaliknya.

Aku sang penghendak,
Aku sang pengharap,
Aku sang penentu,

Aku pun tak tahu jawabannya.
Beritahu aku.

Segera.

Sunday, October 07, 2012

Cintaku

Ketahuilah,
Jika engkau mencintaiku bersebab hanya karena kelebihanku, maka berhentilah!
Aku takut engkau tak siap menghadapi semua kekuranganku..

Jika engkau mencintaiku karena rupaku, maka berhentilah!
Kelak wajah ini akan tak ada artinya jika telah dimakan cacing di kubur..

Jika engkau mencintaiku karena hartaku, maka berhentilah!
Aku tak memiliki apapun selain dirimu, harta terindahku..

Aku juga tak memintamu mencintaiku karena kekuranganku,
karena itu adalah kelebihanku yang sedang berproses..

Aku takkan mensyaratkan separuh jiwaku padamu.
Engkau tahu mengapa?
Karena separuh jiwaku telah kuserahkan padamu,
dan kutahu tak ada jiwa lain dalam jasad ini selain yang ada padamu..

Aku takkan menjanjikanmu surga bila bersamaku.
Engkau tahu mengapa?
Karena bersamamu, hariku adalah surga..

Aku bukan begitu dan begitu bukanlah aku!
Aku tak ingin cintamu terbagi-bagi oleh semua yang aku miliki.
Aku hanya ingin engkau mencintai aku saja, tak ada alasan lain selain aku.

Sedangkan yang lain, itu hanya pelengkap diriku.
Artinya, engkau menyediakan diri untuk menerima semua yang ada padaku.
Tanpa alasan. Itu saja!

Begitulah caraku mencintaimu,
dengan menjaga dirimu dan diriku,
menjaga kesucian cintamu dan cintaku.

Semoga.

Friday, October 05, 2012

Manusia Petani?

Duh Gusti...
Mengapa hujan tak turun-turun?
Sawah ladangku kekeringan, padiku kekurangan air..
Ini sumber nafkah anak istriku, lalu dengan apa hamba memberi makan mereka..
Turunkanlah hujan..

Duh Gusti...
Mengapa hujan turun lagi?
Sawah ladangku terendam, padiku mati, dan ladangku gagal panen..
Sekarang, anak istriku benar-benar tidak bisa makan..

Ahhhh... Dasar manusia!
Selalu mengeluh, tak pernahkah engkau bersyukur pada Tuhanmu?
Hanya meratap seperti seorang petani yang putus asa!
Bukan Tuhan yang tak memberimu nikmat, tapi engkaulah yang tidak mengelola nikmat itu!

Sunday, September 30, 2012

Berbaris Nasihat, Sahabatku...

Cinta...
Ya, Cintaa...

Aku tahu, ini sebuah topik yang sangat menarik untuk diperbincangkan, selalu menarik, dan tak pernah akan ada habisnya :)
Bahkan, ada di antara kita yang 'jatuh bangun' dalam kehidupan cintanya dan sering dikecewakan karena pengkhianatan cinta. Dan mengetahui bahwa cinta itu hal yang buruk bila disalah-artikan. Tapi, masih saja tak 'kapok' untuk merasakan indahnya cinta, walaupun itu tak pernah dirasakannya.

Ahh..
Apa istimewanya cinta?
Ya aku tahu, cinta itu fitrah. Kehendak lahiriyah, kita ingin mencinta dan dicinta. Dan tak ada ajaran manapun yang melarang cinta. Indah memang si 'cinta' ini.

Teruntukmu sahabatku,
sebuah nasihat dariku, untukku pribadi, dan juga untukmu tentunya.
Coba dengarkan ini yaa..

Pribadimu, cermin kualitas calon pendapingmu!

Pernah mendengar ayat ini?
 "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). ..." (QS. an-Nuur: 26)

Ya, tepat sekali.

Betapa indahnya lantunan ayat di atas.
Siapapun yang menjadi pendampingmu berarti adalah pribadi yang sekualitas dengan dirimu. Mereka yang menginginkan pendamping yang baik, pastilah akan berusaha menjadi pribadi yang baik. Dan mereka yang baik pasti akan dipertemukan dengan orang yang baik pula. Begitu sebaliknya.


Untukmu saudariku,

Berdandanlah yang cantik,
Pakailah baju minim yang menarik!
Bebaskan dirimu dari semua aturan, bergaullah sesukamu.

Dan kau kan menemukan semua lelaki yang mendekatimu untuk bersenang-senang.
Buktikan saja. Coba biasakan tampilan, tutup 'perhiasanmu' (baca: aurat) dan sempurnakan, longgar dan tebalkan pakaian, jagalah akhlak dan sopan santunmu. Hati-hati dengan pergaulan!

Dan kau, InsyaAllah, akan dipertemukan dgn lelaki mendekatimu untuk mencari peluang bersanding di pelaminan. Lelaki yang menghormatimu. Sebab bagi sebagian lelaki, mencari wanita untuk bersenang-senang, dan mencari wanita untuk membina rumah tangga, itu langit dan bumi bedanya. Sangat amat sungguh dan memang berbeda sekali. (lebay gak sih?)

Dr. Farrah Gray pernah berucap,
"Searching for the right person starts with you becoming the right person."

Yup, tepat sekali!
Jika ingin disandingkan dengan pribadi yang baik, tak ada cara lain, engkau harus baik dahulu!
Tak usah membuang-buang waktumu dengan bermaksiat di hadapan Tuhanmu (baca: pacaran).
Engkau hanya menyia-nyiakan masa mudamu.

Tuhan telah menyiapkannya. Tak perlu khawatir. Karena kehancuran selalu diawali oleh pengingkaran terhadap larangan Tuhan. Tak usahlah kita berlebay ria dalam mencinta, seberapa besar cintamu mempengaruhi seberapa besar sakit hatimu ketika kau kehilangannya.

Tapi saya galau?
Iya, wajar! Anak muda yang tidak galau adalah anak muda yang tidak normal.
Galau itu proses pendewasaan jika engkau lihai dalam mengatur pola hatimu.

Hanya mereka yang menjadikan kegalauannya sebagai arena memperbaiki diri. Tidak memelas. Tidak memikirkan nasib yang dibuat sendiri. Tidak malas. Tidak sulit malam. Tidak susah tidur. Itu galau yang baik.

Untukmu, Saudaraku.
Wanita, ya, mahluk ini memang pandai "menggoda" hatimu.
Aku tahu itu. Benar kan?

Dengarlah ini,
Wanita yang baik itu adalah wanita yang pandai melihat potensi dirimu. Engkau dilihat dari kecerahan masa depanmu, bukan masa lalumu. Wanita yang menginginkan kebaikan hanya akan tertarik kepada laki-laki yang menghormatinya. Yang memuliakannya. Jadi, jadikanlah dirimu pribadi yang bertutur kata yang baik, sopan, dan setiap kata yang keluar dari mulutmu adalah kebenaran. Oh iya, Wanita itu mengidolakan laki-laki yang kharismatik. Yang menebar senyum. Yang setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu berharga dan paling dinanti. Bahkan ketika dia tidak datang pada suatu acara, orang-orang pasti akan menanyakannya. Yang tidak banyak bicara, tetapi sekali berbicara sangat mengena di hati. Buatlah dirimu menjadi pribadi yang berkharisma, yang terlihat dari tegapnya badan ketika berjalan.

Dan, tampan?
Bagiku ini bonus dan nilai plus jika engkau memilikinya.
Kukatakan ini, wanita mana yang tidak tertarik dengan laki-laki seperti itu?
Ini retoris, tak perlu kau jawab!

Dan untukmu para wanita, jika melihat laki-laki yang tiba-tiba berubah secara drastis menjadi seperti yang kukatakan. Jangan tertipu. Itu karena sudah aku beri tahu tipsnya.

Hehe, bercanda :P

"Kisah cinta paling romantis itu bukanlah Kisah Romeo & Juliet yang dengan bodohnya mati bersama..
Tapi kakek dan nenek yang tumbuh tua bersama dalam cinta."

Sampaikan ini pada Sang Pemilik Cinta Abadi, indah sekali kata-kata ini.
Serahkan pada Allah saja.
"Ya Aziz, Jika cinta adalah ketertawanan, maka tawanlah aku dengan cinta kepada-Mu. Agar tidak ada lagi yang dapat menawanku selain Engkau
Ya Rohim, jika cinta adalah pengorbanan, tumbuhkan niat dari semua pengorbananku semata-mata tulus untuk-Mu. Agar aku ikhlas menerima apapun keputusan-Mu
Ya Robbii, jika rindu adalah rasa sakit yang tidak menemukan muaranya, penuhilah rasa sakitku dengan rindu kepada-Mu dan jadikan kematianku sebagai muara pertemuanku dengan-Mu.
Ya Allah, jika ini baik bagi hidup dan agamaku, tolong dekatkan aku dengan cara-Mu.
Tapi, jika ini buruk bagi hidup dan agamaku, tolong jauhkan aku darinya dengan cara-Mu.
Aamiin.."

Segeralah Bertindak!
Katakan ini padanya.
"Adinda, Aku mencintaimu karena Allah.
Dan bila engkau juga mencintaiku karena Allah.
Maka serahkan saja pada-Nya.
Biarkan Dia yang mendekatkan kita dengan cara-Nya.
Aku ingin kita bersabar hai Adinda, karena aku mencintaimu dan aku menghormatimu.
Maka biarkan raga kita menjauh, dan kita pastikan bahwa hati kita akan semakin mendekat.
Mengertilah, hai Adinda.
Aku mencintaimu, tapi engkau harus bersedia aku nomor tigakan.
Yang pertama dan kedua adalah Allah dan Rasulullah.
Jadi, kita harus bersabar. Kita berpisah dahulu untuk sekarang yaa.
Aku takut setan memanfaatkan kelemahan kita dan mencari celah.
Aku takut azab-Nya yang tak luput dari kita.

Kita putus. Selamat tinggal. Biarkan kita saling memperbaiki diri dan mempersiapkannya."

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar."
(Al-Baqarah: 152-153)

 Allahu a'lam.

Thursday, September 13, 2012

Abu Bakar, The Conqueror

Kutipan surat yang dikirim Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq kepada Raja Romawi, Julius Caesar. Beliau berkata:

"Jika kalian berani menghalang-halangi usaha kami untuk berdakwah dan menyebarkan Islam, maka tunggulah! Aku akan mengirim pasukan yang sangat mencintai kematian, sebagaimana kalian mencintai kehidupan."

MasyaAllah, dimanakah sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq hari ini?
Dimanakah tentara-tentara Allah yang begitu mencintai Allah dan Rasul-Nya?

Entahlah...

Ini bukan saatnya menunggu Abu Bakar-Abu Bakar yang lainnya..
Ini saatnya berbuat!!

Allahu Akbar...

Thursday, August 30, 2012

Apa kau ingat jejak hati?

Apa kau ingat jejak hati?

Di bias cakrawala malam ia melukis langkah-langkah sendiri..
Sebelum menemu cahaya biru di sudut langit,
tersembunyi di kisi-kisi paling tepi..

Lagi, apakah kau ingat jejak hati?
Tak lelah ia telusuri sunyinya,
di gaung alur tak bertepi,
di liku cerita misteri hati.

 ... dan takdir menerbangkan mimpi-mimpi,
membawa jiwa membawa diri pada temu...

Bertemu bintang hati...
Yang diturunkan nirwana sebagai penyempurna bagian kosong didalam hati,
di dalam benak,
di dalam jiwa.

Terima kasih...

Saturday, August 25, 2012

Pergi itu...

Pergi itu...

Tak lebih dari sebuah kata...
Hanya berarti tubuhku tak lagi di sana, beralih ke tempat lain entah di sini,

Tapi bagaimana mungkin aku harus ragu bahwa hati-hati kita tak lagi di sana...

Entahlah...

Aku begitu yakin bahwa hati-hati kita telah terhimpun menjadi satu,
satu untuk cinta pada-Nya...
satu untuk taat pada-Nya...
satu untuk perjuangan di jalan-Nya...

Maka, tak ada masalah dengan pergi,
karena memang pasti ada yang harus pergi...
Tapi hati ini haruslah tetap di sini, janganlah pula ikut pergi...

Wednesday, August 22, 2012

Memang Seperti Itulah Dakwah..

Memang seperti itulah dakwah.

Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.

Berjalan, duduk, dan tidurmu..
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah.
Tentang umat yg kau cintai..

Lagi-lagi memang seperti itu.
Dakwah.
Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu.
Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu.
Tubuh yg luluh lantak diseret-seret..
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..

-Ustadz Rahmat Abdullah-

Sunday, July 15, 2012

Kembalikan Garudaku!

Wahai Garuda...
Kulihat engkau begitu gagah,

Wahai Garuda...
Kulihat engkau begitu perkasa,
terbang tinggi di langit Nusantara...

Hai Garuda...
Aku kagum pada cakarmu, yang siap menerkam lawanmu kapanpun...

Namun Sayang...

Itu semua hanya fatamorgana saat ini, itu hanya lembaran masa lalu...

Sekarang...
Engkau tak lebih dari sebuah kiasan..
Engkau sudah begitu renta, bukan karena umurmu, tetapi engkau lemah karena semangatmu itu...
Garudaku begitu jinak dan mudah dipermainkan...

Engkau berada dalam genggaman keegoisan,
Bahkan terjual oleh badut-badut bangsa
Engkau terinjak oleh demoralisasi,
Engkau terampas oleh Mafia-mafia liberalis, feodalis, dan Pragmatisme

Kembalikan Garudaku, itu bukan milikmu...
Ia milik bangsaku...

Jika butir-butir ideologi itu membantumu...
Jika goresan-goresan sejarah telah mengajarimu...
Jika anak bangsamu adalah investasimu...

Bangkitlah!

Rajut kembali sayap-sayap indahmu,
Raut lagi cakar tajammu, Meraunglah!

Kami anak negeri, Siap membelamu!

Terbanglah, hai Garudaku...

Tuesday, July 10, 2012

Aku Bukan Pejuang Cintamu...

Aku bukan pejuang cinta...

Jika kau meminta dalam setiap syarafku ada pikir tentangmu, tidak!
Jika kau mensyaratkan jeruji bagi kesungguhanku, tidak!
Jika kau menginginkan taman-taman surga kubawa ke dalam pangkuanmu, tidak!
Jika kau menuntut separuh jiwa ini bersemayam dalam kalbumu, tidak!

Aku bukan begitu dan begitu bukanlah aku!

Bagiku cinta itu sederhana...

Sesederhana tetes air mata yang mengalir tanpa kau memintanya,
Sesederhana Merpati yang tetap kembali ke peraduan tanpa kau harus mengurungnya,
Sesederhana Mawar yang tak mensyaratkan indahnya taman sebagai tempat tumbuhnya,
Sesederhana udara yang tak menuntut apapun padahal ia ada dalam setiap nafasmu,

Begitulah aku dan inginku begitu...

Karena dalam cinta yang kutahu...

Bagaimana jika hanya sarafku saja tentangmu, sedangkan engkau adalah aku dan aku adalah engkau,
Bagaimana jika hanya jeruji saja yang memenjaraku, sedang kan diriku telah kuserahkan kepadamu,
Bagaimana jika hanya taman saja, sedangkan bersamamu hariku adalah surga,
Dan bagaimana jika hanya separuh jiwa saja yang kau minta, sedangkan tak lagi ada jiwa dalam jasad ini yang kutahu selain yang ada padamu,

Dalam cintaku...
Engkaulah jiwaku, masihkah kau meragu? Cinta...