English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

Realitas Semu: Penantian Akan Penghakiman

Realitas politik adalah bahwa dunia sedang berada dalam peperangan yang tak pernah berhenti sejak Qabil membunuh saudaranya sendiri, Habil. Ini adalah konsep sempurna yang dibuat Tuhan untuk menjelaskan bahwa dosa terbesar yang dilakukan umat manusia di muka bumi adalah saling membunuh.

Tengoklah Afrika, dimana kekerasan sipil di Aljazair tak pernah berhenti antara GIA, kelompok-kelompok jihad, dan yang lainnya. Di Mesir, perang sipil yang sama menentang rezim yang berkuasa saat itu berlangsung bertahun-tahun. Di Asia, Cina sebagai negara komunis terbesar di dunia memaksakan pengaruh dan tekanan pada Tibet dan Taiwan agar tidak berada pada jalur disharmoni dengan konsep-konsep komunisme mereka. Di perbatasan India-Pakistan, wilayah Kashmir bukanlah tempat yang nyaman untuk ditinggali. Di Eropa, kekerasan sektarian PIRA dan IRA di Irlandia telah membunuh ribuan keluarga tak berdosa. Di Irlandia Utara, Katolik dan Protestan nyaris tak pernah bersatu karena ideologi dipaksakan berbaur ke dalam wilayah politik. Di Amerika Latin, pertikaian lebih banyak disebabkan oleh masalah ekonomi. Perdagangan narkoba ternyata mampu menghidupi jutaan keluarga, hingga membuat usaha ini membangun komunitas dan paramiliter untuk mengawal pundi-pundi kerajaan bisnis mereka. Di Kolombia dan Meksiko, kekerasan dan perang karena perdagangan heroin merupakan kejahatan yang paling banyak membunuh warga mereka. Di Timur Tengah, suku kurdi dan PKK terus menerus meracau perbatasan Turki dan Irak, menimbulkan gejolak regional antara kedua negara. Di Irak ada masalah yang sama, namun akar perang di negeri itu adalah intervensi Amerika yang tidak dapat diterima akal sehat. Bukan semata karena masalah ekonomi, namun juga masalah teologi, satu hal yang disebut Bush sebagai Perang Salib II. Di Afganistan, persoalannya hanya berpindah tangan, penggerak invasi ke negeri itu diambil alih Amerika Serikat dari Uni Soviet. Dan yang paling memprihatinkan tentu saja adalah perang abadi antara Israel dan Palestina demi perebutan wilayah dan eksistensi antara tiga agama suci Islam, Kristen, dan Yahudi di tanah surga. Selain itu semua, Korea Utara, Iran, Suriah, Kuba dan Venezuela mengantri di barisan terdepan untuk memercikkan api.

Perang, perang, perang.... Tahukah Anda kalau ini semua tidak berlangsung secara kebetulan? Perang diciptakan oleh orang-orang yang disebut sebagai The Warlords, segelintir pemain senjata yang didukung kekuatan dana dari Pemilik Modal Internasional. Industri persenjataan adalah salah satu industri termahal di dunia. Mereka yang bermain di dalam industri ini memiliki kekayaan untuk membeli planet-planet. Karena itu, perang perlu direkayasa. Carilah bibit konflik, hasut satu kelompok, bisikkan api ke telinga kelompok lainnya, tanamkan doktrin ego kelompok dan ras, entitas kebanggaan sebagai suku atau bangsa, kepribadian kompleks, apapun namanya. Gunakan media untuk menyalurkan berbagai macam fitnah, lalu selundupkan senjata dan biarkan mereka saling bunuh. Selamat datang. Selamat datang di dunia belantara. Perang diperlukan, karena perang adalah uang.

Realitas alam dan lingkungan adalah kehancuran fisik bumi. Karena isu pemanasan global yang menjadi bahasan paling hangat sejak awal abad millenium ini. Film An Inconvenient Truth begitu menyesakkan dada ketika Al Gore memaparkan secara detil apa yang akan dihadapi bumi kecil ini dalam beberapa tahun ke depan. Ketika sebagian es Greenland dan Antartika mencair beberapa tahun kemudian, maka hampir seratus juta orang di Shanghai, Beijing, dan sekitarnya akan tenggelam. Kalkuta dan Bangladesh bagian timur, di mana enam puluh juta jiwa hidup dan bermukim di sana, akan kehilangan tempat tinggal. Belanda akan mengalami nasib yang sama dengan Atlantis, hilang dari peta dunia. Manhattan terapung tak berdaya, teluk San Fransisco menjadi kolam raksasa dan ratusan pulau di Indonesia lalu bersama angin.

Selain itu, ceruk ekologi tidak lagi mampu mengikuti perubahan ekosistem yang menyalahi aturan alam. Mengakibatkan pemusnahan hewan-hewan seribu kali lebih banyak daripada kepunahan secara alami. Bangunan-bangunan kaca seperti The Mosaic sengaja sengaja dibangun untuk merusak atmosfer di atas langit Amerika oleh kelompok-kelompok tertentu. Karena pada dasarnya kehancuran bumi ini memang dipercepat. Mengapa? Karena begitulah mereka menginginkannya.

Realitas kependudukan termasuk di dalam masalah lingkungan. Sepanjang kehidupan manusia, diperlukan waktu lebih dari tujuh ribu tahun untuk mencapai tingkat populasi enam milyar orang. Namun lihatlah, berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk membuat bumi kita disesaki separuh lagi dari jumlah populasi dunia saat ini? Sepuluh hingga lima belas tahun ke depan! Perkiraan demografis dan ramalan statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2025 penduduk dunia akan mencapai angka sembilan milyar orang. Tujuh ribu tahun untuk mengumpulkan enam miliar mahluk-mahluk ini dan satu dekade ke depan lagi untuk tiga miliar bayi-bayi baru. Ada yang aneh dalam proses biologi kita.

Dari dulu hingga sekarang, masa kehamilan tetap sembilan bulan. Namun mengapa kaum perempuan seolah-olah menjadi pabrik manusia-manusia baru? Tekanan populasi meningkatkan permintaan pada makanan, air minum, kebutuhan-kebutuhan pokok, dan lain sebagainya. Dan bumi kita nyaris tak lagi dapat menahan beban itu. Ia telah memberikan segalanya, hutan, air, kebun, tanah, mineral.

Realitas ekonomi adalah kehancuran sistem moneter ribawiah yang dipelopori Amerika Serikat serta sebagian besar negara di dunia. Budaya kapitalisme hanya mampu bertahan dua abad, sebelum rontok sebagai daun yang berguguran. Karena publisitas kapitalisme dikuasai oleh segelintir investor pemilik modal yang bermain rapi di puncak gunung, mengusung demokrasi liberal dengan penuh tipu daya. Amerika Serikat telah mengendalikan ekonomi lebih dari dua pertiga penduduk dunia. IMF, WTO, Bank Dunia, dan segala macam badan keuangan yang dibentuk untuk memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang dan dunia ketiga selama puluhan tahun tidak memberikan dampak apapun kepada kepentingan negara yang bersangkutan.Liberalisasi perdagangan diatur oleh undang-undang yang mengisap darah negara dengan sumber daya kaya, seperti minyak di Irak, emas di Afrika Selatan, kopi di Brazil, dan segala sumber daya di Indonesia. Hingga sampai pada batas dimana para vampir itu harus memaksakan keinginannya dalam pengelolaan hak ekonomi negara lain. Dan akhirnya perang pun dikobarkan dan siklus berputar.

Perang tentu saja menyulut anggaran yang besar. Dua perang dunia yang diciptakan dengan pola kejatuhan ekonomi menjadi saksi sejarah pembunuhan terbesar umat manusia. Ketika Amerika tidak bisa memenangkan perang melawan segelintir mujahid Irak saat itu, maka dampak terbesar kejatuhan bangsa itu dimulai dengan mengeroposnya anggaran dalam negeri. Sektor-sektor vital seperti kredit perumahan dan otomotif menjadi macet dan amburadul. Enron adalah sebuah perusahaan keuangan raksasa yang telah memberikan contoh bagaimana manajemen keuangan jatuh pada kehancuran yang teramat cepat ketika dikelola bersama resiko yang mereka sebut sebgai efek bubble.

Efek bubble hanyalah sebuah fantasi. Seratus persen ribawiah. Amerika adalah Enron besar yang saat ini berdiri sempoyongan menunggu badai yang lebih kencang sebelum tumbang dan menutup buku sejarah peradaban.

Jika Anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk mengamati beberapa realitas yang saat inisedang terjadi dan sedang bergerak dengan cepat menuju titik klimaks, maka Anda akan memahami bahwa apa yang sedang dihadapi umat manusia sabuah pola yang didesain dengan begitu indah oleh Tuhan dan digerakkan oleh tangan-tangan manusia. Kita sedang mengisi kepingan terakhir dari puzzle peradaban, mencocokkan satu peristiwa dengan peristiwa yang lain, menghubungkan setiap kejadian, menata kerusakan kemudian menghancurkannya lagi, dan berpikir, 'Gambar apakah yang dibentuk oleh permainan ini ketika kepingan terakhir kita taruh di tempat terakhir?'

Setiap realitas merupakan peristiwa-peristiwa pendukung yang bergerak bersama-sama dengtan kerusakan itu sendiri menuju sebuah kehancuran yang sempurna. Pada akhirnya, realitas sesungguhnya harus dikembalikan kepada sebuah model yang disebut 'keyakinan'.

Agama adalah patok terakhir yang paling esensial dari keberadaan umat manusia di muka bumi. Baiklah, alam semesta akan marah, para politikus membuat kebijakan perang yang dianggap stimulus ekonomi, aktifis lingkungan yang meneriakkan protes yang tenggelam bersama limbah dan asap pabrik, entitas sosial tidak bertindak ketika pornografi menyerang rumah-rumah mereka melalui televisi, film dan internet, dan dikonsumsi oleh anak-anak mereka, para tentara diberi hak internasional untuk tidak dapat dihukum karena membunuh, para ekonom hanya mampu berteori sementara investasi tipuan membuat pemain kecil di sektor riil terdesak oleh gurita-gurita kapitalis dalam gerbong kereta yang hanya memberika piliha, 'ikut bersamaku atau kulempar keluar'. Maka, setiap peristiwa memiliki satu kepingan sendiri. Strukturnya dibuat sesuai dengan kepingan lain disebelahnya. Karena itu pula dapat ditaruh di tempat yang berdampingan dan saling melengkapi.

Bila kita kembali pada agama, maka sejarah tidak akan berarti banyak Karena sejarah ditulis oleh pemenang. Seringkali para pemenang merekayasa sejarah demi kepentingan anak cucu mereka di masa depan. Ingatlah, bahwa sejarah tidak abadi. Ia hanya rangkaian huruf yang bercerita bagaimana mahluk yang bernama manusia membangun sebuah peradaban yang indah dan kemudian menghancurkannya. Membangunnya lagi, lalu meruntuhkannya kembali. Begitu seterusnya dan membiarkan siklus berputar. Setelah tujuh ribu tahun, manusia modern tidak lebih pentar daripada homo sapiens purba. Kerusakan yang sama, pembunuhan yang sama, kekerasan yang sama. Yang berbeda hanya jumlah darah yang tertumpah membasahi bumi ini yang membuat bumi kita terus menangis.

Hakekatnya, semestinya hanya ada satu agama yang mewakili umat manusia di muka bumi ini. Agama yang sama yang dibawa Musa, Isa, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan utusan Tuhan lainnya. Satu agama yang tidak menyembunyikan kebenaran dan menyebarkan dusta. Satu agama yang memberikan ketenangan dimana manusia bisa menyembah Tuhannya karena mensyukuri atas apa yang diberikan-Nya. Realitasnya, ada ratusan agama di muka bumi ini. Sebagian besar timbul karena pemahaman yang salah akan sejarah, dan selebihnya karena budaya pengkultusan benda-benda alam atau budaya kebodohan.

Tibalah saatnya nanti, ketika semua manusia dikumpulkan dihadapan-Nya. Hingga tiba perkataan Tuhan yang memojokkan mereka di kemudian hari, "Untuk apa kalian berbuat kerusakan, kesombongan, tipu daya, dan keserakahan, jika tempat kembali kalian hanya kepada-Ku juga?"

Allahu a'lam. Semoga Allah menjagaku dari kata-kataku.

Risalah Inspirasi;
1. The Greatest Design, Zaynur Ridwan
2. Wikipedia.org
3. Dokumen Pribadi

Wednesday, January 16, 2013

Kita adalah Hujan...

Ah, sudah lama sekali,
Aku menyulam khayalan pada tirai hujan...

Kan kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap hembus nafas,
Yang kupelihara di sudut hati dengan rasa syahdu dari musim ke musim...

Ya, memang sudah lama...
Lalu mengapa?


Aku memindai sosokmu pada derai gerimis,
Hanya ingin memastikan setiap serpih mimpi kita 'tuk bersama di surga-Nya,..
Kuharap, semuanya tak segera berlalu dan sirna bersama desir angin di beranda..

Itu harapanku...

Kita adalah hujan..
Turun bersama sepi,
Panjang merintik dengan ukhuwah,

Kita adalah hujan..
Anak awan yang tak berlisan,
Megah dengan kabut,
Merona dengan dingin...

Kita adalah hujan..
Indah di hantar pelangi saat kembali di ujung waktu...

Hei ?! Ya, dikau, para pejuang...

"Percayalah, aku ada di nadimu seperti kalian yang ada di darahku,"

Ya aku tahu,

Bisikmu pelan ketika bayangmu,
Perlahan memudar dibalik rinai hujan..

Friday, January 04, 2013

Analogi Sinergi Umat: Berjamaah Yang Mencerdaskan

Mari kita belajar. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengajarkan kita makna berjamaah. Berjamaah adalah sebuah keniscayaan. Sinergi adalah kunci kesuksesan membangun pribadi dan peradaban. Sadarilah bahwa hampir semua kesuksesan yang terjadi selalu menyertakan kebersamaan. Gelar adalah kiasan. Pahlawan adalah kebersamaan, bukan pribadi. Sebuah sukses besar yang dilakukan oleh seorang pahlawan senantiasa menyiratkan catatan bahwasanya ia tidak sendiri dalam perjuangannya. Pahamilah ini. Mari kita belajar dari angsa yang sering bermigrasi.

"Dan apakah mereka tidak memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu."
(QS. al-Mulk [67]: 19)

Akhir-akhir ini saya sering membaca buku-buku Harun Yahya. Dan itu membuat saya termenung karena sering memikirkan bagaimana luar biasanya Allah menciptakan alam semesta beserta seluruh komponen penyusunnya. MaasyaAllah.

Harun Yahya, dalam bukunya "Menyingkap Rahasia Alam Semesta", menjelaskan bahwa ada sinergi yang dahsyat luar biasa dalam cara mereka (angsa) terbang. Mari kita perhatikan. Kawanan angsa ini selalu terbang menuju daerah yang lebih hangat dengan membentuk formasi V. Mereka bermigrasi dari daerah dingin.

Ternyata, terbang dengan formasi ini dapat menambah daya terbang mereka. Beberapa pakar menyatakan bahwa mereka mampu terbang 71 persen lebih jauh ketimbang terbang sendiri-sendiri. Dietrich O. Hummel, seorang insinyur penerbangan, telah membuktikan bahwa dengan pengaturan seperti ini, secara umum kelompok dapat menghemat energi hingga 23%. MaasyaAllah.

Jika angsa bagian depan letih, ia akan pindah ke belakang dan membiarkan angsa lainnya mendahuluinya dan mengambil alih pimpinan. Setiap kali angsa keluar dari formasinya, dia akan mengalami daya tahan udara yang besar dan kesulitan terbang sendiri. Akhirnya, ia akan kembali ke dalam formasi.

Angsa-angsa tersebut juga sering bersuara serempak saat terbang. Cara ini bertujuan memberikan semangat kepada setiap anggota kelompok dan memupuk motivasi bagi yang ada di depan. Dengan cara ini pula, ritme terbang mereka tetap terjaga. Jika kemungkinan ada salah satu angsa yang sakit atau letih dan keluar dari formasi, dua angsa lain akan mengikutinya turun. Dua angsa ini akan melindungi dan menolong angsa yang sakit dan keluar dari formasinya tersebut. Dua angsa itu akan menunggu angsa sakit itu hingga sembuh atau mati. Lalu, mereka akan segera bergabung ke dalam formasi, atau menciptakan formasi sendiri untuk menyusul angsa yang lain.

MaasyaAllah! Sungguh luar biasa cerdas! Dengan membagi arus udara akibat kepakan sayapnya, bergilir memimpin, menciptakan motivasi kelompok dan dukungan bagi yang memimpin, menjaga untuk tetap berada dalam formasi, dan menolong yang terluka.

Berjamaah yang mencerdaskan. Angsa-angsa itu mampu melakukan aktivitas berlipat-lipat ketimbang jika sendirian.

Allahu a'lam.

Tunggu seri berikutnya, Analogi Sinergi Umat: Berjamaah Yang Mencerdaskan II

Daftar Pustaka;
1. Menyingkap Rahasia Alam Semesta, Harun Yahya
2. Prophetic Learning, Dwi Budiyanto

Wednesday, December 26, 2012

Mengapa Hidup Harus Bermanfaat?

Saya jadi teringat ucapan populer dari Syaikh Aidh al-Qarni, "Orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat memberi adalah pihak yang memberi itu sendiri. Mereka akan merasakan 'buah' memberi seketika itu juga, dalam jiwa, akhlak dan nuraninya. Sehingga mereka selalu lapang dada, merasa tenang, tenteram dan damai."

Ya. Benar. Hidup itu harus banyak memberi manfaat. Bukan menerima (diberi) manfaat.

Kita sudah cukup gelisah dengan gaya hidup materialis dan hedonis. "Yang penting, hidupku enak, rumahku nyaman, keluargaku sehat-sehat, karirku sukses, mobilku berkelas. Persetan dengan urusan orang lain!"

Gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup yang dibangun dengan semangat nafsi-nafsi. Atau dalam istilah populer orang Betawi, "Loe-loe, gue-gue." Tak perduli apakah tetangga kanan-kiri kelaparan. Tak perduli di pojok-pojok kota kemiskinan menjaja. Tak ambil pusing. Inilah dunia sekarang.

Rekayasa telah mengubahnya menjadi dunia belantara. Dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja; bahasa bisnis kita adalah persaingan; bahasa politik kita adalah penipuan; bahasa sosial kita adalah pembunuhan; bahasa jiwa kita adalah kesepian, keterasingan. Kita adalah masyarakat sipil berwatak militer, hancur sana, hancurkan sini; masyarakat peradaban berbudaya primitif. Kita adalah manusia-manusia sepi di tengah keramaian, manusia-manusia merana di tengah kemelimpahan. Luarnya tampak bahagia, padahal dalamnya sebenaranya menderita.

Khairun-naasi anfa'uhum lin-nas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Kata Rasulullah.

Saya akan tutup tulisan singkat ini dengan sebuah nasihat;
"Butir-butir embun turun dari arah langit. Ia muncul bumi secara sembunyi-sembunyi, tanpa dilihat manusia. Jadilah butir-butir embun itu; bertakwa, banyak, dan tersembunyi."

Saturday, May 07, 2011

Motivasi Diri

“Ngomong-ngomong tentang motivasi diri, mengapa setelah mengikuti seminar motivasi, motivasi tidak bertahan lama?” Menyangka motivasi itu permanen, adalah kesalahan yang pertama. Alasan kedua ialah kita akan kehilangan motivasi jika kita hanya mengharap motivasi dari luar. Sebab motivasi terkuat datang dari diri sendiri.




Faktor Motivasi Diri

Dalam berbagai buku NLP disebutkan bahwa hanya ada dua faktor motivasi diri yaitu mengejar kenikmatan dan menghindari kesengsaraan atau rasa sakit. Namun jika saya kerucutkan lagi, hanya ada satu faktor motivasi, yaitu cinta. Semakin besar cinta kita, akan semakin besar motivasi yang bangkit.
Lihatlah, banyak orang yang sampai nekat bunuh diri karena putus cinta. Ini menggambarkan bahwa cinta memiliki kekuatan untuk menggerakkan diri kita, bahkan untuk hal-hal yang buruk dan tidak masuk akal. Mungkin Anda sudah banyak mendengarkan kisah cinta picisan, apa pun dilakukan “karena cinta”.
Joe Vitale menyadari kekuatan cinta sebagai motivator utama setelah dia melihat film 50 First Dates (2004) (50 Kencan Pertama) yang menggambarkan usaha seorang pria yang setiap hari berusaha membuat seroang wanita jatuh cinta kepadanya. Usaha ini dilakukan setiap hari, karena sang gadis pujaan memiliki ingatan yang mampu mengingat cuma 1 hari. Ini hanya salah satu dari sekian kisah cinta dalam film.
Anda bisa memanfaatkan kekuatan cinta ini untuk mendapatkan motivasi diri. Tentu saja, tidak sebatas cinta terhadap lawan jenis, tetapi cinta kepada hal lainnya juga. Saat Anda mencintai pekerjaan Anda, Anda akan memiliki motivasi yang cukup saat bekerja. Lihatlah pemasin sepak bola, di tengah jadwal yang ketat, mereka tetap enjoy bermain di lapangan, karena mereka mencintai profesinya sebagai pesebak bola.

Motivasi Diri Paling Kuat

Namun, ada cinta yang paling kuat. Saat Anda tidak memiliki cinta ini, sungguh Anda sudah menyia-nyiakan hidup Anda. Inilah cinta yang paling besar, yang memotivasi para mujahid di medan perang. Tidak takut mati, tidak takut rasa sakit, tidak takut apa pun, demi cinta ini. Cinta ini tiada lain, cinta kepada Allah.
Karena bekerja adalah bagian dari ibadah. Begitu juga bisnis adalah bagian dari ibadah. Dan, ibadah adalah sebagai cinta kita kepada Allah, maka kerja dan bisnis kita juga adalah perwujudan cinta kita kepada Allah. Seharusnya, saat kita bekerja dan bisnis, kita akan memiliki motivasi yang tinggi.
Sudahkah?

Mari kita pancangkan niat kita, bahwa kerja dan bisnis kita untuk beribadah. Marilah kita pupuk kesadaran kita, bahwa bisnis dan kerja kita adalah salah bentuk wujud cinta kita kepada Allah.
Adakah perasaan cinta kita kepada Allah? Jika terasa kurang, maka iman kita harus ditingkatkan lagi. Sebab cinta kepada Allah hanya dimiliki oleh mereka yang beriman.

Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah:165).

Jadi, motivasi diri bisa dikembangkan dengan meningkatkan iman kepada Allah secara terus menerus. Cinta kepada kepada Allah semakin tinggi, motivasi diri pun semakin tinggi.