English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, December 05, 2012

Kasih, Lihatlah Aku Disini...

Tanpamu,
Aku tetap bersinar,
Dalam pendar yang kian berbinar,
Takkan mudah goyah oleh hati yang mendengar,
Dalam harapan yang selalu berbinar,

Kasih, lihatlah aku tanpamu...
Meski hati sempat tak berdaya dalam pilu yang membiru,
Namun kubebas menanti sang pendamba cinta,
Hingga ke dasar lubuk hati yang tak bertemu,
Langkahku bukan sebatas angan di depan mata,
Kan kubuktikan maknanya bangkit, aku bukan pecundang cintamu,

Kasih, lihatlah aku tanpa lembut candamu...
Walau sempat tertatih menanti alur tak bertepi,
Aku lebih besar tanpa hadirmu,
Mencoba memupuk bunga pada hati yang memelodi tanpa arti,

Bukan. Bukan bersamamu.

Kembali lihatlah aku...
Aku sempat terhempas,
Ketika engkau datang sekejap membawa cahaya terang lalu menghilang,
Aku bukan binatang jalang seperti Chairil Anwar,
Akulah kumbang penerang,
Tetap gigih berjuang untuk kembali terbang, tinggalkan serpihan yang kau ciptakan,

Tak perlu sedu sedan itu,
Buang itu, jauh, jauh, sejauh mungkin kau bisa..
Aku tak ingin melihat sesal tak bergunamu,
Namun balasmu tak seindah cintaku,
Hingga mengundang gerhana dalam tangismu,

Aku tak perduli. Tak perduli.

Teruntukmu, dari yang dulu pejuang hatimu,
Kuharap kau tahu, kubuat ini untukmu,
Bukan karena sesalku, apalagi galauku,

Biarkan Ku disini sejenak mendiam,
Namun bila Ku beranjak,
Kuyakin, luka itu telah kututup rapat,
Melangkah kedepan penuh harapan,
Tak menemukanmu ataupun sepertimu.

Bukan. Lagi-lagi bukan dirimu.

Aku tanpamu...
Adalah malam tanpa cahaya rembulan,
Namun senyumku tetap bersinar meski hanya berpendar lentera taman..

Seperti itulah, Aku sekarang...
How's your feeling?:

0 comment(s):

Post a Comment